MATEMATIKA SULIT? GAK LAH…

Kata Matematika yang berasal dari bahasa Yunani itu sering membuat kita bergidik ngeri mendengarnya bila diucapkan orang atau pun bila kita membacanya. Padahal kata itu, menurut WIKIPEDIA artinya adalah studi besaran, struktur, ruang dan perubahan.
Lalu apa yang membuat Matematika itu begitu mengerikan?
Melalui tulisan ini saya ingin sharing, berbagi pengalaman tentang matematika dan cara bagaimana cara orang tua untuk mempersiapkan anaknya agar dapat mempelajari matematika dengan mudah tanpa dibayang-bayangi perasaan takut. Lalu kemudian bersiap untuk memberi pujian kepada anak kita karena dapat menaklukkan matematika yang mengerikan itu.
Beda dengan dunia seni yang katanya membutuhkan bakat, matematika adalah ilmu yang dapat dikuasai oleh siapa pun. Karena saya sampai saat ini belum pernah mendengar ada anak yang berbakat matematika. Kalau mendengar ada orang mengatakan anak yang berbakat menulis, ada. Jika demikian apa saja syarat-syarat agar anak kita menjadi jago matematika?
MATEMATIKA ITU GAMPANG
Lho? Ya, matematika itu gampang. Maksudnya? Kita harus menganggap bahwa matematika itu gampang. Ketika anak kita mulai mengenal angka, perkenalkan dengan cara yang gampang. Jangan dipersulit kalau memang gampang.
Misalnya angka satu (1). Katakan dengan ceria: “Nah…, kalau angka satu ini mirip pinsil atau tongkat kakek”. Angka dua anda tuliskan dengan menyebutkan urutan anda menuliskan angka dua itu. Lengkung ke kanan, miring ke bawah lalu lurus ke kanan. Setelah dia melihat dengan seksama lalu anda katakan bahwa angka dua ini dapat berubah menjadi gambar bebek. Hanya dengan sedikit kreatifitas, anda dapat menjadikan angka dua itu menjadi bebek. Begitu seterusnya sampai si anak tertarik untuk mengenal angka-angka yang lain.
Hanya saja sayangnya sekarang ini guru-guru TK yang mengenalkan angka-angka ini kepada murid-muridnya banyak yang kurang kreatif. Kurang kreatif namun acap memaksakan anak-anak untuk cepat menguasai angka-angka. Coba anda bayangkan,. Bahkan ada pula yang memberi tugas anak-anak TK untuk menuliskan angka ganjil atau genap dalam kisaran 1 sampai 100. Hal ini menyebabkan anak-anak terlanjur menganggap bahwa hitung-hitungan itu adalah sesuatu yang sulit, bahkan mengerikan. Coba bayangkan jika anak-anak ini terus dihantui oleh kengerian itu sampai ia SMA.
Lalu sebagai orangtua, apa yang harus dilakukan? Anda yang harus mengambil alih tugas itu. Anda yang harus mengenalkan angka-angka itu dengan cara yang disenangi anak-anak. Mudah-mudahan dengan pengenalan ini maka dalam pikiran anak anda telah tertanam bahwa hitung-hitungan itu gampang.
FAKTOR GURU
Faktor guru memang sangat menentukan bagi anak untuk memahami matematika, meski faktor orangtua juga tidak kalah pentingnya. Sulit untuk saat sekarang ini mendapatkan guru yang menyenangi matematika. Bila guru tidak menguasainya bagaimana pula dia dapat menerangkan kepada anak didiknya dengan baik? Guru yang pintar belum tentu dapat menjadi guru yang baik. Banyak orang yang pintar tapi hanya untuk dirinya sendiri.
Ibu saya yang dulunya adalah guru SD masih dikirim untuk mengikuti Penataran Matematika pada saat beberapa bulan menjelang pensiunnya. Ketika hal ini saya tanyakan, beliau menjawab bahwa guru-guru matematika lainnya tidak cukup percaya diri untuk ikut penataran itu. Coba bayangkan!

(Jakarta, 10 Mei 2011)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s